" Ney, ngopi yuk ", ajak suami kemarin malam.
" Mandi dulu, baru aku bikinin kopi ", jawab saya.
" Abis ngopi aku janji dech bakal mandi "
" Nggak ! No mandi, no kopi ", saya kekeuh dengan ' prosedur ' yang saya buat. Ngopi itu enaknya kan ...ketika badan sudah bersih, gerah hilang...trus menikmati aroma dan panasnya kopi sambil melek merem. Di lanjut dengan ngobrol ngalor ngidul. Benar-benar berasa di surga dunia.
Untunglah sang suami menurut meskipun mandi dengan bersungut-sungut :)
Sambil ngopi, kami mengobrol tentang keluarga salah satu teman yang dirundung masalah. KDRT. Hiiii....saya sering ngeri kalau harus membayangkan yang satu ini.
" Pas pacaran, tau nggak kalau si calonnya itu agak-agak gimanaaa gitu ? "
" Tau kok. Katanya pernah mukul sekali ". Ha ???
" Waktu pacaran aja dia sudah dipukul ? ". Saya jadi ikut gemas. Tau dech, kalau ketemu tuh pria, sepuluh kali pukulan kayaknya nggak bakal cukup.
" Iya. Tapi katanya, dia nggak mungkin membatalkan pernikahan. Kan udah pada ready semua. Gedung udah di book , undangan tinggal edar ". Saya geleng-geleng kepala nggak ngerti. " Berapa duit habis dikeluarkan ? Dua puluh juta ? Lima puluh juta ? "
" Ya pasti gede laah...Ney tau sendiri kan resepsinya di gedung mewah begitu. Berapa gubuk yang Ney sowani ? ". Saya jadi mengingat-ingat...makan apa aja ya waktu resepsi pernikahan si itu ? Tahu campur ....kikil...batagor...rujak cingur...heheheheh...padahal angpao nya gak seberapa :) Kasihan banget dech tuh tuan rumah :)
" Hii...tapi berapapun rupiah yang sudah keluar, apa sebanding dengan kebahagiaan yang direnggut ? poor her ".
" Trus, abis sekarang ngalamin kayak begitu, apa rencananya ? orang tua tau nggak ? "
" Tau..."
" Trus ? "
" Mamanya cuma bilang ' sabar ...sabar "
Ha ???? Sampai kapan ? sampai nyawa terenggut ?? Uh !! kok gitu sich mamanya. " Sampai kapan ? "
" Sampai suami sembuh "
" Mana bisa ? yang begitu sudah tertanam di hatinya sejak kecil. Mana bisa sembuh kalau tidak ikut semacam therapi begituan ? "
Saya tetap tak habis pikir, meski kopi sudah habis. Apa sih yang dinanti kalau sudah begitu ? Cinta ? berubah nya si pasangan ? Omigosh....
Setau saya, ada tiga elemen cinta. Intimacy, passion dan commitmen. Sementara jika dalam hubungan suami istri dan terjadi kekerasan dalam rumah tangga, apakah ada intimacy ? apakah ada passion ? ada..tapi passion untuk menyakiti. Trus...komitmen ? wah, sepertinya yang ini malah 'jauh dari ada '.
Jadi...bagaimana rupa CINTA dan kehidupan berumah tangga tanpa CINTA ?
Jadi...apakah rasional mempertahankan rumah tangga tanpa CINTA
C'mon !!! No need to think twice to end that relationship.
What do you think. Saya jadi ingat film ' Enough ' J-Lo. Film tentang perjuangan perempuan 'lari ' dari pasangan yang melakukan kekerasan.
Kopi saya sudah habis. Dan setiap kali kopi saya habis..saya selalu ingin lagi...dan lagi. Tetapi suami selalu bilang " Just one cup a day, dagghlinnnn ". Hehehehe...kecuali Jumat malam dan malam minggu. :)
Quote Of The Day
Love is the best medicine
WAJIB BACA
-
PILAH PILIH TEMPAT PAP SMEAR Hai...Teman sesama perempuan. Hari ini hari Perempuan, ya...Selamat dech buat kita smua. Mungkin terlalu berleb...
-
Ada banyak kata yang diawali dengan huruf ' C'. Tetapi dua kata saja yang mengusik pikiran saya akhir-akhir ini. Dua kata yang beraw...
-
Coco Chanel merasa ribet dan lelah harus mengepit tas pestanya. Ketika ia berjalan-jalan, jadi ingat tali rantai yang digunakan pada ta...
-
Rasa Itu, Kita Perlukan. Ijinkan saya mengaku, teman-teman tercinta... Saya sering sekali nggak habisin makanan. Sering waktu 'ngelakuin...
Terima Kasih Sudah Menjadi teman saya. Semoga pertemanan kita menginspirasi, memperkaya hati.
Pengikut
Mengenai Saya
- katahatiida
- Penyeduh kopi paling enak, according to my hubby. Perfectionis parah, menurut sahabat saya. " Yang paling tau dimana letak sabuk, CD , buku, pencil case dll " , menurut anak saya .
Terima kasih
Semoga Menginspirasi
Rabu, 27 Juli 2011
Senin, 25 Juli 2011
KARUNIA ALLAH BERNAMA ' ANAK '
Published :
01.12
Author :
katahatiida

Beberapa waktu yang lalu, ketika berjalan berdua dengan suami, ada pemandangan yang sungguh menyesakkan. Di hadapan kami, seorang ibu yang mungkin berusia sekitar tiga puluhan, menggandeng seorang balita yang sedang menangis. Tak tau apa yang diminta si balita itu. Yang jelas ibunya terus menggandeng dan sedikit menarik-narik supaya si kecilnya diam. Tidak cuma itu, beberapa kali Si Ibu berteriak ' Diam ! mau diam nggak ? '. Alih-alih menjadi diam, Si Balita malah menangis makin menjadi-jadi. Dan ketika ia akhirnya benar-benar mogok tak mau jalan, Si Ibu akhirnya mendorong kepala Si balita dengan telunjuk kirinya. Si Balita pun tersungkur jatuh ke tanah. Kami menghentikan langkah. Sedikit bingung harus bagaimana . Mau menolong ...kesannya kok ikut campur ya. Nggak ditolong...duh ! kasihan banget nih anak. Akhirnya kami bantu anak itu untuk bangun, sementara Sang Ibu menunjukkan wajah cemberutnya kepada kami. Ia tarik anaknya lebih mendekat ke tubuhnya, dan segera mengajak pergi, jauh dari kami. Kami ?? hanya bengong, dan geleng-geleng kepala.
Itu baru satu contoh....dan saya yakin, di sekitar kita atau mungkin kita sendiri secara tak sadar sudah melakukan kekerasan terhadap anak. Oh God...naudzubillah
Semoga kita nggak termasuk di antara nya
Katakan saya yang kuper, atau nggak melek...tetapi rasanya, kok para orang tua kurang diperkenalkan dengan Undang-undang Perlindungan anak ya ?
Ada kok...UU RI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Terhadap Anak.
Disitu jelas disebutkan dalam pasal 20 " NEGARA, PEMERINTAH , MASYARAKAT, KELUARGA DAN ORANG TUA BERKEWAJIBAN DAN BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PENYELENGGARAAN PERLINDUNGAN ANAK "
Sementara yang dibilang ' Perlindungan Anak ' adalah Segala kegiatan untuk menjamin, melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisipasi secara optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
Well..okay...kita mungkin menganggap ' ah, itu kan cuma anak kecil,.dan mereka akan segera lupa. paling sebentar lagi juga ketawa-tawa ama kita '
Halooo....jangan salah. Dampaknya dari luar mungkin saja nggak kelihatan. tapi ternyata, dampak psikologis ini berat lho...bisa sampai dewasa dan akan melekat, bahkan mempengarhui pola asuh terhadap anaknya kelak.
Anak yang semasa kecil sering mendapatkan perlakuan kasar dari orang tua, akan menjadi pribadi yang agresif. Dan ketika ia sudah menjadi orang tua, ia pun akan menjadi orang tua yang keras dan agresif.
Sementara anak yang sering mendapatkan kekerasan secara psikis, menurut UNICEF yang di tahun 1986 melaporkan, anak yang begini cenderung menjadi coping mechanism, meniru perilaku. Bentuknya mulai dari bulimia nervosa , memuntahkan makanan kembali, kecanduan alkohol sampai kecenderungan bunuh diri.
Ngeri beneran kan ??
Anak adalah karunia Tuhan. Kalimat ini terdengar klise, tetapi nyatanya...masih banyak yang menganggap anak sebagai beban, berharap anak laksana balon yang bisa kita kempeskan saat kita tak butuh, dan kita tiup lagi saat kita butuh.
Tidak ada cara lain selain mengajak para orang tua memaknai kehadiran anak, menerima apa adanya anak. Tetapi yang tetap jadi pemikiran...apakah separuh orang tua di negara kita sudah mengerti ini ? sudah mengenal undang-undang tentang perlindungan anak ?
Semoga UU ini diciptakan untuk semua anak, dan bukan cuma anak yang berstatus ' selebriti'.
Langganan:
Postingan (Atom)
Song of the Day
One - U2
