Tampilkan postingan dengan label Sekitar Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekitar Kita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Mei 2013

TERNYATA ITU ' SESUATU '


Coco Chanel merasa ribet dan lelah harus mengepit tas pestanya. Ketika ia berjalan-jalan, jadi ingat tali rantai  yang digunakan pada tas para tentara . Ia pun mendesain tas pesta dengan tali yang terbuat dari rantai. Hingga akhirnya , tahun 1955 muncul tas koleksi Chanel yang akhirnya menjadi iconic bag dari Chanel. 
Pastilah ingat juga bagaimana seorang Levi Strauss terinspirasi seragam pekerja tambang, hingga memunculkan celana ' Levi's '. 
Seringkali kita nggak sadar, bahwa sesuatu yang kelihatannya remeh, sebetulnya adalah ' sesuatu '. 
Pernah nggak sih, kepikiran dan menyadari....bahwa remeh temeh itu ternyata, ' sesuatu '. Bahkan ternyata, ' hal remeh temeh ' itu mengantar pada satu kebahagiaan besar ?

Saya pernah dan juga baru  saja mengalaminya  ! Berawal dari sebuah ' peniti '.  Itu, benda yang menurut wikipedi, variasi dari jarum yang dilengkapi sebuah pegas sederhana dan cantelan. Benda kecil yang remeh kan ? Nggak kebayang aja kalau hidup saya pernah simpang siur ( kumat lebaynya ) dan sekaligus bahagia tiada tara gara-gara ' peniti '.
Detik-detik keberangkatan menuju tempat acara dimana saya harus nge mc, kancing baju copot. Jelas, dong...saya anti datang dengan penampilan yang nggak prima  ( apalagi kata my BFF saya ini agak-agak mendekati parah perfectionisnya ). Akhirnya, saya teguhkan hati membeli peniti. Dimana yaaaa saya bisa mendapatkan benda remeh itu ? Benda remeh yang ternyata bisa mempengaruhi pede meter saya.  Di toserba dengan huruf depan ' I ' nggak ada. Yang huruf depannya ' A ' juga nggak ada. Nyari toko kancing, aduh..ternyata jaman sekarang agak susah ya cari toko kancing. Ampunn...
Akhirnya toh ketemu juga setelah nyamperin toko kebutuhan pesta macam kotak2 kue, plastik pembungkus dll. Dan...itu butuh waktu SATU JAM ! Dan...saya terlambat ! Meski akhirnya penampilan saya  ( ehem...seperti biasa ) tetap, memukau , toh di akhir acara panitia berkomentar , " Yang besok jangan telat yaa...bikin jantungan tau nggak ? '
Sejak itu saya berjanji , akan bawa PENITI...kemanapun saya pergi...apapun acaranya...
Beberapa hari yang lalu, saat disebuah acara saya diundang untuk menjadi ( ehem...naik pangkat ) sebagai pembicara, kejadian menguntungkan gara-gara  PENITI terjadi.
Beberapa hari sebelum hari H, saya tuh penasaran banget dengan pembicara lain yang juga diundang diacara itu,  yang konon, adalah seseorang senior, sesepuh di satu kota . Penasaran dooooong seperti apa sih orangnya. 
Begitu ketemu, aduh...muka-muka sombong dan judeslah yang saya dapetin. Agak sebel aja sih karena saya merasa sedang diremehin. Saya mungkin dianggap ' anak kemaren sore ' sebagai pembicara. 
Begitu acara akan dimulai, saya ijin ke toilet dulu. Eh, Si Ibu muka sombong   ( IMS  )  itu ternyata ikutan juga ke toilet. Prahara terjadi dalam kehidupannya ketika kancing bajunya copot. Catat, copot sodara-sodara....Disitulah PENITI saya beraksi. Saya tawarkan peniti saya, Si IMS itu aduuuuhh....terima kasih buwanget atas kebaikan hati saya yang bak dewi...
Hingga akhirnya, usai acara itu, IMS itu pun menawarkan job lain untuk saya.
See....  dari sekedar PENITI.
Kesimpulannya, ' Jangan remehkan PENITI '. Qeqeqeqeq.....nggak laahh....nggak begitu.
Intinya, Yuk belajar menghargai sesuatu, bagaimanapun remeh atau kecilnya sesuatu itu 
 ( kenapa saya jadi suka ngomong ' sesuatu ' ya ? ). 
Sama seperti Tuhan menciptakan hal-hal remeh temeh yang sebetulnya membuat otak kita berpikir. Kenapa juga harus ada tahi lalat ? kenapa juga diciptakan kecoak ? binatang kecil yang rasanya gak ada fungsi-fungsinya sama sekali.  Ah, ilmu kita nggak akan sampai deh kalau mikirin  ciptaan Tuhan yang lainnyaa. Taapi...akhirnya , paling tidak , saya sadar, kecoak membuat kita rajin melihara dan menjaga tubuh kita. " Masak kalah ama kecoak ? Sayapnya kinclong begitu ? masak kita yang manusia kalah kinclong ? " 
Udah, ah...mau mandi. Thanks for read this . 


Kamis, 16 Mei 2013

JANGAN KATA KITA ' PALING TER...'

" Selamat Pagi, Mbak...Saya Radith "
" Pagi juga, Radith. Apa nih, yang mendorongmu untuk ikutan acara Duta Anti Narkoba ? Apa sih kelebihanmu sehingga menurutmu kami harus memilihmu ? "
Detik berikutnya, cowok tak terlalu ganteng berusia tujuh belas tahun itu , dengan rahang nyaris persegi  , membuat saya terpukau..kau...kau...kau...( Lebay efek sangat terpukau )
Dengan santai, lancar, tenang meski terkadang nampak sedikit grogi....Radith menjelentrehkan alasannya mengikuti satu ajang pemilihan Duta di salah satu kota di Jawa Timur. Kebetulan, saya terlibat dalam sesi penjurian. Cara Radith berbicara, membuat saya lupa kalau dia tuh masih belasan tahun. Saya langsung membathin, Radith pantas jadi juara. Saya ingat-ingat, diusia yang sama dengan Radith, cara bicara saya belumlah sejago dia. Sudah punya ' Gaya '.
Pada kesempatan lain, ketika saya bergabung dengan klub Yoga, saya sangat takjub dengan kelenturan tubuh guru Yoga saya. Sepanjang satu jam , bathin saya nggak berhenti untuk memuji. Gila yaa tuh orang. Bisa begitu darimana ? 

Saya juga sangat...sangat...iri dengan satu guru tari tradisional anak saya. Ya ampun, saya bisa bilang kalau saya seperti terhipnotis dengan gerakan tari yang dibawakannya. Liuk tubuhnya gemulai, sesekali tegas. Gerakannya berkelas banget deh. Ujung-ujungnya saya tahu, Si guru itu juga menciptakan ragam tarian lain dan beberapa kali menyabet juara tingkat nasional, bahkan puluhan kali melanglang ke manca negara, ' hanya gara-gara ' menari. Ah, harusnya saya tak menggunakan kata-kata ' hanya gara-gara ' ya...

Dan malam ini saya berpikir....betapa banyak teman-teman, tanpa mengenal usia, yang muda seperti Radith, atau bahkan kenalan baru saya, seorang kakek berusia 73 tahun yang ahli dalam bidang pengobatan alternatif dengan cara terapi listrik - betapa banyak dari mereka yang memiliki kemampuan yang berbeda dengan apa yang saya geluti.  Saya mungkin bisa berbangga diri karena saya jago dalam hal tertentu . Tetapi saya jadi merasa kerdil di depan guru yoga, guru tari, atau bahkan di depan anak remaja. 

Betapa kita sama sekali nggak boleh menilai rendah atau kecil seseorang. Karena mereka pastilah memiliki kemampuan dalam satu bidang yang kita belum tentu bisa. 
Setuju ? 
Saya pengen belajar lebih menghargai orang lain . Doain yaa...saya bisa
 




Kamis, 23 Agustus 2012

LEBARAN SELESAI = MAAF PUN USAI ?

Maafin yaa
Masih mengoar aroma Lebaran,yaa....Jadi, rasanya belum terlambat jika saya ucapkan Mohon Maaf Lahir Bathin. Tak ada pertemanan yang sempurna. Pastilah ada salah ucap maupun polah. Jadi, saya BERUSAHA untuk Mohon Maaf. 

Saya sengaja menulis kata ' berusaha ' dengan huruf kapital semua. Karena ketika anda memaafkan saya pun, pastilah anda sedang BERUSAHA memaafkan saya.

Gampang nggak sih, memaafkan itu ? Ketika saya menulis ini pun, H+5 lebaran, saya masih berusaha untuk memaafkan. Saya ingat-ingat, siapa yang gampang saya maafkan, siapa pula yang agak susah saya maafkan. Hahaha.....Jujur, saya akui. Saya mengaku, karena saya merasa ternyata memaafkan itu susah. Kalau sekedar mengucapkan kata " Maaf, ya...Minal aidzin wal faidzin yaa..." plus cipika cipiki, itu mah anak kecil juga bisa. Tetapi ini, yang kita obrolkan adalah " MAAF ". Maaf, mean melupakan, melepaskan dendam, benci, iri. Tuhan memang memberikan pekerjaan berat untuk kita. Tetapi saya yakin, Tuhan pun menyiapkan hadiah besar jika kita melakukannya. Ya nggak ? ya nggak ?

Tuhan terlalu pintar, selalu memiliki alasan mengapa kita harus melakukan ini dan mengapa kita dilarang melakukan itu. Begitupun dengan memaafkan, melepaskan dendam, benci.

Penelitian yang dilakukan Mayo Clinic, mereka yang menyimpan benci, dendam, memiliki kecenderungan peningkatan tekanan darah, penyempitan pembuluh darah. Ketika kita menyimpan dendam, rasa iri, benci, susah memaafkan, sebetulnya kita sedang membuat metabolisme tubuh kita menjadi negative. Kelanjutannya adalah, sel-sel tubuh kita akan mengeluarkan hormon Kortisol. Konon, hormon ini di kenal sebagai HORMON STRESS. 
Bersamaan dengan keluarnya Kortisol yang berlebih, membuat sel-sel tubuh kita butuh oksigen. Termasuk juga sel-sel otot jantung. Kalau kebutuhan akan oksigen ini berlangsung terus menerus, kekentalan kepingan darah akan meningkat. Dan ini memicu pembekuan darah.

Ratih Ibrahim, Seorang psikolog berujar bahwa memaafkan itu butuh waktu. Yup ! saya sangat setuju. Saya pun pernah dengar Pak Ustad di tivi bilang, memaafkan itu sebetulnya untuk diri kita sendiri.Saya pun tak menyangkal. Meski untuk itu semua , proses memaafkan itu butuh proses. Dan itu yang sedang saya jalani sekarang.

Smoga, dengan usainya lebaran, proses pemaafan itu tak berhenti hanya di bibir saja. Semoga kita bisa. Sluuruuuuup......smoga kopi saya memberikan energi untuk memaafkan ;) ( gak ada hubungannya, yaa? maaaap )


Kamis, 05 Juli 2012

HURUF " C "

Ada banyak kata yang diawali dengan huruf ' C'. Tetapi dua kata saja yang mengusik pikiran saya akhir-akhir ini. Dua kata yang berawal dengan huruf  ' C', berisi lima huruf.
C.I.N.T.A        dan        C.E.R.A.I

Maaf, jika saya mengajak sahabat smua untuk sejenak merenung tentang dua kata ini. Akhir-akhir ini, saya banyak mendengar, sedikit terlibat dengan masalah Cinta - Cerai. Suatu malam, seorang teman menangis karena ia dan suami memutuskan untuk bercerai. Hari yang lain, seorang teman menceritakan bagaimana pilunya melihat kedua orang tuanya bercerai. Disaat kakek nenek ini harusnya bahagia bersama dengan satu cucu yang akan lahir.
Wao....

Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa di atas, saya tulis dua kata ' Cinta ' dan ' Cerai', sedikit berjauhan ?
Karena saya yakin......Tidak ada kata Cinta pada kasus ' Cerai'. Dan tidak ada kata ' Cerai' pada kasus Cinta. Artinya, Pastilah sudah tak ada lagi Cinta, jika memang yang terjadi adalah Cerai. Bohong banget jika ada yang bilang, " Aku masih cinta sama dia, tapi mau gimana lagi...kami harus cerai '. Karena saya yakin, LOVE CONQUERS ALL.  Dengan Cinta, sejatinya semua akan berangsur membaik. Sekali lagi, Jika masih ada cinta.

Cukup membuat saya terhenyak, ketika membaca satu survey yang mengungkap angka perceraian di Indonesia. Selalu meningkat dari tahun ke tahun. Dari tahun 2005 - 2010, angka perceraian naik mencapai 70 %.  Yang lagi-lagi bikin saya terkejut, angka perceraian di Indonesia, selalu meningkat sejak tahun 1950 !!!  Mark Cammack, Guru besar dari   Southwestern  School Of Law - USA mengatakan sejak tahun 1950, dari 100 angka perkawinan di Indonesia, 50 % nya berakhir dengan CERAI.
Data dari BIMAS ISLAM, Kementerian Agama RI,  2 juta orang menikah setiap tahun di Indonesia. Sekitar 300.000 diantaranya berakhir dengan cerai. Jawa Timur, ada di peringkat pertama penyumbang angka perceraian di tahun 2010.  Waooo...lagi.... Secara saya orang Jatim.

Yang menjadi pertanyaan saya...apakah Cerai, memanglah solusi ? meski secara agama diperbolehkan ?
Apakah setelah cerai, kedua belah pihak ' LEGA ' ? ....Apakah mereka yang bercerai tidak berpikir akan dampak, yang sejatinya, tidak akan pernah selesai !!! Ini beneran !!  ( Oh...maaf, pada tulisan ini jika saya banyak menggunakan tanda seru. Gemes banget soalnya dengan kasus cerai )
Saya sendiri mengamati satu keluarga yang hidup dan terus berkembang dengan latar belakang orang tua yang bercerai. Sesungguhnya, masalah baru dimulai ketika ketok palu hakim tentang cerai itu berlaku.
Anak pertama harus memikul tanggung jawab, membesarkan hati ibu yang terlanjur rapuh, mengayomi adik yang butuh perhatian. Belum lagi ketika anak-anak menikah...frame ' orang tua yang slalu bertengkar ' nempel di otaknya. Membuat ' mutasi' jiwa dan pikiran. Menciptakan bentuk otoritas baru pada keluarga barunya. Tidak berhenti di situ...akibatnya bahkan sampai dirasakan ke cucu-cucu...bahkan cicit-cicit...

Untuk sahabat yang kebetulan memiliki sanak, teman yang kebetulan mengalami perceraian, atau berasal dari keluarga yang bercerai, pastilah meng amini apa yang saya ceritakan. Akibat perceraian itu begitu panjang
.



" Hanya Cinta yang bisa....menaklukkan dendam, hanya Kasih sayang tulus yang mampu menyentuh..hanya CINTA yang bisa mendamaikan benci...hanya Kasih sayang tulus yang mampu menembus ruang dan waktu...
Lirik lagu " Hanya Cinta Yang Bisa " itu, seharusnya menjadi Lagu WAJIB yang harus di hafalkan dan menjadi Tugas bagi pasangan yang mendaftarkan kasus di persidangan cerai. Ah....saya hanya perempuan biasa yang ingin semua saling mencinta. Tulisan ini bukan bermaksud men- judge, atau memojokkan... Tetapi , tulisan ini adalah bentuk ikhtiar saya...yang saya bisa... Untuk mendamaikan semua. CINTA dan CERAI....dua kata yang sama-sama berawal dengan huruf ' C', sama-sama berisi lima huruf. Bedanya...untuk men CINTA itu sangat mudah. Untuk berCERAI, sangat susah... Pilih mana ??? It is absolutely up to you.

Senin, 04 Juni 2012

Yang Tersisa dari Ulang Tahun Surabaya

31 Mei lalu, kota Surabaya berulang tahun yang ke 719. Akhir-akhir ini, saya gethol mengobrol dengan seorang teman, yang begitu gigih berusaha membuat sejarah akan kota Surabaya, paling tidak, diketahui dan dihargai oleh warganya. Saya panggil dia  Dhahana Adi Pungkas.  ( hai...Adi, Surabaya must be proud of you ).Saya kenal Adi beberapa tahun yang lalu, di sebuah acara bedah buku. Kami terhubung kembali, ketika saya sedang berada di Gedung Kesenian Surabaya. Saya ingat dia, saya kontak dia.Kami ngobrol panjang lebar mulai dari Surabaya di masa lalu...sampai penilaian dia tentang paguyuban duta remaja Surabaya, yang ironis dimata dia.
Dari obrolan-obrolan lewat bbm dengan Adi itulah, saya ingin berbagi disini. Ijinkan saya mengajukan pertanyaan-pertanyaan tak penting tapi penting untuk direnungkan.
  • Jika kita mencintai seseorang, apakah orang itu akan marah jika kita bersikap cuek, tak peduli tentang apa yang sudah dan sedang terjadi padanya ? 
  • Jika kita mencintai seseorang, sepantasnyalah untuk menjaganya. Iya tho ?
Jangan bilang saya ' kesambet setan', ya...karena tiba-tiba mempertanyakan seberapa besar cinta kita pada kota kita. Karena kebetulan saya lahir dan besar di Surabaya, saya ajak khususnya warga Surabaya untuk mempertanyakan kadar kecintaan kita pada Surabaya.

Saya yakin, Adi, teman saya itu memang gila.....kalau tidak 'gila', ia tak akan susah-susah mencari tahu ada apa Surabaya tempoe doeloe. Tetapi ini sebuah bentuk kegilaan yang akhirnya saya acungi Jempol. Bukan...bukan saya bermaksud membela...Adi tak perlu pembelaan dari saya. siapa eike ...??
Bukti nyata kegilaan dia adalah, membentuk komunitas, saya sebut, penggagas kecintaan surabaya masa lalu. Komunitas yang mulai menularkan ' sikap cinta surabaya' pada sesama warganya. Di putarlah film-film layar tancap tentang Surabaya tempoe doeloe. Digelarnya pameran-pameran bukti sejarah perjalanan Surabaya di masa lalu.

Jangan bilang saya ' kesambet setan dua kali ', karena lewat blog ini saya ajak anda, para teman tercinta untuk menakar, kemudian menunjukkan cinta kita pada Surabaya. Euforia perolehan Kencana Adipura di tahun 2011 semoga tak membuat kita 'lupa' akan tugas selanjutnya.

  • Sudahkah kita membuang sampah pada tempatnya ?
  • Sudahkah kita merokok pada tempat yang semestinya ?
  • Sudahkah kita menjaga taman-taman kota yang sudah asri itu ? Car free day bukan berarti sepeda kita bisa bebas menginjak rumput dan taman kota kan ?
  • Apakah kita hanya bersih-bersih lingkungan pada bulan Mei saja ?
  • Sudahkah kita membuat para pendatang nyaman ketika mereka singgah di Surabaya ?

Adi punya cara unik, bermanfaat untuk menunjukkan kecintaannya pada Surabaya. Kita pun, bisa  ! 

( kalau mau ngobrol dan bernostalgia tentang surabaya jaman dulu...coba tengok Roodebrug Soerabaia )

Senin, 19 Maret 2012

Tak Ada Hari Yang Sempurna


" Ya, nggak bisa ! Saya nggak rela kalo anak saya pake busana warna hitam pas resepsi "
" Lho, kenapa ? kalo di adat kami, warna hitam itu maknanya 'tinggi ' . Lagi pula hitam itu warna yang mewah "
" Aduh ! Kok hitam !! Di adat kami, kalo pengantin pake warna hitam itu melambangkan sedih. Hitam dipake kalo lagi ngelayat. Makanya, pengantin tidak ada yang pake warna hitam. Kuning, merah, atau ungu "
" Hah ? Ungu ? emangnya ibu mau anaknya jadi janda ? "

Itu baru sekelumit, sepersekian detik percakapan ( atau lebih tepat saya sebut PERSETERUAN ) dua kubu. Hehehehe...dua keluarga yang anak-anak mereka akan menjadi pengantin di awal April nanti. Masiiiihhhh banyak lagiiii hal-hal remeh temeh yang dijadikan bahan perseteruan. " Posisi ibu nanti di kanan ". Jawab kubu yang lain, " Lha...ini yang punya gawe saya, kok saya di kiri ? ". Atau...hal yang lain lagi...." Dress code keluarga nanti pake jas hitam ". Seru kubu yang lain " Lha...ini kan acara lamaran. Duduknya lesehan . Mana pantas pake jas ? batik saja ".
setelah cukup anteng, dan saya kira sudah 'aman', kubu satu menelpon saya " jeng ida, tau tidak kalau anak saya nanti ternyata pake baju apa tuh namanya...bebet ? yang kliatan dadanya ? aduhhhh jeng...lha saya ngomong apa sama keluarga yang notabene menganut agama sangat ketat ' ? . Saya langsung nepuk jidat !

PERNIKAHAN, yang konon katanya mempersatukan dua keluarga, memanglah benar adanya. Itu sebuah pekerjaan yang sulit bin angel bin susah. Masak sich, harus ditambah susah dengan materi yang sebetulnya ' sepele '.

Okay...saya pun setuju. Mana ada orang yang punya hajat dan tidak ingin hajatannya sempurna ? Ketika saya menikah dulu pun, aduuuuuuuhhhh....mama saya heboh bukan main menyiapkan semuanya, supaya acara berjalan perfecto .

Saya sebel juga satu anggota keluarga kubu sebelah berkata, " Itu kasihan si Om saya, Jeng. Kayaknya kalah dech ama keluarga si calon ". Hah ????? Ini sebetulnya pernikahan atau adu jotos sich ??? Kalau ini adu jotos, kok pake mengundang designer ? Kok pake mengundang saya sebagai emsi ? Lha saya kan bukan emsi acara olah raga ????
hehehehehehe....

Teman terCINTA, saya jadi kasihan dengan calon mempelai. Mereka berdua bingung mau menuruti omongan yang mana ? Sejatinya, saya yakin...anak-anak muda yang mau kawin itu, pastilah lebih ingin sesuatu yang sederhana tetapi manis. Mereka pastilah lebih memikirkan....bagaimana aku bisa membina rumah tangga yang baik, secara mental maupun ekonomi.

Saya jadi bertanya-tanya...sesungguhnya, apa sih esensi dari Resepsi Permikahan ? Haruskah ada jika yang terjadi hanyalah perseteruan-perseturuan ?
Semoga ...saat nanti saya sendiri mantu, saya dan calon besan saya sadar, bahwa Permikahan, harusnya menjadi momen bahagia buat mempelai. Jadi, sudah selayaknya kita yang lebih tua-tua ini....mengedepankan 'persahabatan ' mengedepankan titik-titik krusial yang menjadi fondasi untuk bersatunya dua keluarga.

SEMOGA.....

Sabtu, 03 Maret 2012


Rasa Itu, Kita Perlukan.

Ijinkan saya mengaku, teman-teman tercinta...
Saya sering sekali nggak habisin makanan. Sering waktu 'ngelakuin hal mubadzir ' itu, saya membathin, halllaaahhhh...wong harganya gak mahal, kok.

Saya juga sering ' menghambur-hamburkan ' air ( Ow...untung PDAM nggak akan menghukum warga yang boros air ).

Saya sering bilang ' alhamdulillah ', tapi kenyataannya sering saya protes ( entah pada siapa ) karena banyak hal yang tak sesuai rencana , banyak hal yang membuat saya nggak puas.

Saya punya beberapa buku ( dan tentunya, tamat saya baca ) tentang ' Pentingnya Bersyukur '. Dan biasanya, setelah membaca, ada celah di hati yang sedikit mengumpat Si Penulis. ' Duh !!! sok mulia buanget, sich ! Emang gampang ' bersyukur ' itu ? emang mudah ' nerima ' itu. Lu kan nggak nggak ngalamin ! ). Hehehehe...

Pokoknya banyak banget hal 'miring' yang saya lakukan yang sejatinya membiaskan ' Rasa Bersyukur '.

Tetapi, ketika pekan ini saya dan keluarga berkesempatan berkunjung ke satu daerah.... Subhanallah....

Miris itu saya rasakan....
Saat di samping, di depan, di belakang hotel mewah tempat saya menginap, banyyyyyyyaaaaaakkkkkkkk sekali 'fakta lengkap' , 'landscape ' kehidupan yang di mata saya ' berkekurangan' ( meski saya berdoa semoga si pejalan kehidupan ' kurang' itu ternyata ' mulia dan mensyukuri keadaan ).

Seperti halnya nasi, lauk pauk, udara bersih, air bersih, minuman yang sexy, camilan yang gurih, film yang asyik di tonton, musik yang memanjakan indra dengar, cinta, sex ( eh, penting juga kan ?? ) ....ternyata RASA SYUKUR itu, KITA BUTUHKAN .

Bukan untuk siapa-siapa. Tetapi untuk kita sendiri.
Bukan untuk apa-apa. Tetapi itu satu jalan detoksifikasi
Buat diri kita yang seringkali emosi
Buat kita yang sering mau menang sendiri

Ini beneran, dech. Nggak pernah-pernah nya saya sampai neteskan air mata ( diluar sifat cengeng saya ), gara-gara melihat sisi kehidupan berat sekitar yang jauh dari kata layak di mata saya.
Saya langsung ingat betapa benar adanya jika orang tua kita bilang " habiskan makanannmu, nanti ayam kita bisa mati ".

Teman-teman tercinta,...
Sejatinya tulisan ini saya tunjukkan untuk diri saya sendiri,
Tetapi smoga cukup 'mencubit'
Hingga membuat teman-teman ikut berpikir, bahwa maaaaaaassssssiihhh banyyyyyaaakkkk banget, orang-orang yang tidak seberuntung kita.
Syukuri lah....

Senin, 27 Februari 2012

'KODRAT' FEBRUARI


Emang bulan ada ' kodrat'nya ?
Bisa jadi, kan ? Saya bilang Kodrat bulan Februari itu, adalah ' Romantisme '.

Meski saya bukanlah termasuk mereka yang percaya dan memperingati ' Val-Day', tetapi entah...saya merasa aura Romantis itu bener-bener bisa terbaca pada banyak hal, banyak kepala, banyak hati. Mereka yang saya bilang memancarkan aura romantis itu pun, bukanlah para awak pemuja valentine day.

Satu dari mereka, adalah sahabat saya. Seorang cowok yang saya kenal sangat sangat sangat workaholic, sampai mengikis romantisme di dalam dirinya.Dia anggap, apapun yang berjudul ' romantis' selalu berkebalikan dengan ' tidak efektif, tidak rasional'.
Tetapi, ketika bulan Februari datang, saya amati....nih orang agak-agak 'gak waras' dan nongollah sisi-sisi romantisnya.
Bulan Februari ini, ga ada angin, ga ada halilintar, dia seolah bisa membaca ' keinginan ' saya, dan melakukannya tanpa saya minta , bahkan tanpa saya utarakan. Kalau menurut saya, bulan ini mungkin....sahabat saya itu ' lebih mendengarkan saya'

sehingga...tiba-tiba, dia oleh-olehin saya Spiku Surabaya yang jadi kegemaran saya. Tiba-tiba, dengan naik sepeda polygonnya, pagi-pagi sekali, dia bawakan saya roti " mexican coffee " yang berhari-hari saya idam-idamkan ( berhari-hari saya datang ke outlet holland bakery dengan kecewa, karena kehabisan roti fave saya itu )
Mungkin.....jika orang lain yang berjiwa romantis melakukannya.....itu adalah hal yang biasa.
tetapi bagi orang yang sama sekali tidak tidak tidak romantis....wow...itu adalah sesuatu banget.

Terakhir,
Minggu ini, tiba-tiba setelah menonton satu acara di televisi, akhirnya si sahabat saya ini berjuang mati-matian untuk mendapatkan CD yang berisi lagu-lagu ciptaan Bebi Romeo.
Berhari-hari sahabat saya ini memutar lagu-lagu Bebi Romeo. Nggak tanggung-tanggung, dia beli dua CD sekaligus, lho !!. Untuk orang penyuka music, mungkin ini biasa. Tetapi untuk orang yang cuek parah dan sama sekali nggak minat dengan music, woow....ini " PRESTASI " banget.

Ah, saya mungkin berlebihan dengan memberikan label " KODRAT " bagi bulan Februari. Seolah istilah Romantis itu melekat parah pada bulan ke dua ini.

Aura romantis yang terlanjur kental di bulan Februari. Ketika saya berkesempatan menjadi mc dan moderator pada sebuah talk show yang diadakan instansi yang sama sekali tidak terkait dengan per - romantis - an atau per-cinta-an....si empunya acara berpesan " Jeng, dresscode nya Pink ya... Kan bulan februari " :)

Selasa, 20 September 2011

MATI SURI, KUASA ILLAHI

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat kabar tentang meninggalnya seorang teman. Beberapa teman yang lain sudah sibuk menyusun jadwal takziyah, menentukan secara kreatif tentang siapa yang akan menemani keluarga, menyebarkan berita dan masih banyak bentuk aktivitas sosial yang mendukung.
Ternyata, hari berikutnya, kami dibuat 'takjub '. Teman kami, dinyatakan masih hidup.
Beragam Puji keluar dari bibir saya dan teman-teman. Tak henti-hentinya kami sakralkan rasa takjub akan kuasa Illahi.
Teman kami mengalami mati suri ?
Ketakjuban akan berita ini menuntun saya mencari tahu ada apa sebenarnya dengan misteri yang satu ini.
Mati suri atau istilah keren lainnya Near Death memiliki ciri-ciri :
  • Ada perasaan tenang, damai, penerimaan terhadap kematian
  • Pengalaman keluar dari tubuh ( out of body experience ) dan mampu melihat diri sendiri juga orang lain
  • Memasuki alam / dimensi lain
  • Intensitas cahaya murni yang sangat terang tetapi tidak menyakitkan
  • Berjalan di terowongan
  • Dapat berkomunikasi dengan roh
Teori yang menjelaskan tentang mati suri ini terkategori dua : Ilmiah dan spiritual
Beberapa teori menyatakan, pada saat mati suri, terjadi gangguan syaraf. Dimana ada kelebihan beban informasi yang dikirim ke korteks visual otak, menciptakan gambaran cahaya terang. Otak akan menafsirkan hal ini dengan adanya kondisi tubuh sedang berada di terowongan gelap.
Kemudian, pada saat mati suri, terjadi kombinasi antara efek trauma dan kekurangan oksigen dalam otak. Kondisi ini menimbulkan pengalaman melayang.

Sebetulnya, mati suri adalah kondisi antara mati somatic dan mati biologis. Mati somatic itu keadaan yang ditandai dengan tidak adanya denyut jantung, tidak adanya rekaman EEG otak, suhu tubuh menurun. Dan ini bisa saja reversibel. Bisa kembali. Tetapi jika sudah terjadi Mati Biologis, tentu saja irreversibel. Karena mati biologis, adalah matinya semua sel-sel organ.

Tetapi , di luar semua teori, semoga... kita sadar bahwa semua ini adalah bukti kuasaNYA yang memang Maha Kuasa.
Tuhan selalu sayang pada umatnya. Selalu diberikan yang baik-baik buat kita. Bahkan yang namanya ' kematian'. Selalu ada hikmah yang indah dibaliknya.

Untuk keluarga almarhumah Indah Savitri - Abi....
Dan untuk smua teman-teman Alumni SMA 6 Surabaya ang 90....
Ada banyak hal baik yang bisa kita pelajari dari perginya kawan kita itu.

Senin, 25 Juli 2011

KARUNIA ALLAH BERNAMA ' ANAK '



Beberapa waktu yang lalu, ketika berjalan berdua dengan suami, ada pemandangan yang sungguh menyesakkan. Di hadapan kami, seorang ibu yang mungkin berusia sekitar tiga puluhan, menggandeng seorang balita yang sedang menangis. Tak tau apa yang diminta si balita itu. Yang jelas ibunya terus menggandeng dan sedikit menarik-narik supaya si kecilnya diam. Tidak cuma itu, beberapa kali Si Ibu berteriak ' Diam ! mau diam nggak ? '. Alih-alih menjadi diam, Si Balita malah menangis makin menjadi-jadi. Dan ketika ia akhirnya benar-benar mogok tak mau jalan, Si Ibu akhirnya mendorong kepala Si balita dengan telunjuk kirinya. Si Balita pun tersungkur jatuh ke tanah. Kami menghentikan langkah. Sedikit bingung harus bagaimana . Mau menolong ...kesannya kok ikut campur ya. Nggak ditolong...duh ! kasihan banget nih anak. Akhirnya kami bantu anak itu untuk bangun, sementara Sang Ibu menunjukkan wajah cemberutnya kepada kami. Ia tarik anaknya lebih mendekat ke tubuhnya, dan segera mengajak pergi, jauh dari kami. Kami ?? hanya bengong, dan geleng-geleng kepala.

Itu baru satu contoh....dan saya yakin, di sekitar kita atau mungkin kita sendiri secara tak sadar sudah melakukan kekerasan terhadap anak. Oh God...naudzubillah
Semoga kita nggak termasuk di antara nya

Katakan saya yang kuper, atau nggak melek...tetapi rasanya, kok para orang tua kurang diperkenalkan dengan Undang-undang Perlindungan anak ya ?
Ada kok...UU RI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Terhadap Anak.

Disitu jelas disebutkan dalam pasal 20 " NEGARA, PEMERINTAH , MASYARAKAT, KELUARGA DAN ORANG TUA BERKEWAJIBAN DAN BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PENYELENGGARAAN PERLINDUNGAN ANAK "

Sementara yang dibilang ' Perlindungan Anak ' adalah Segala kegiatan untuk menjamin, melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisipasi secara optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Well..okay...kita mungkin menganggap ' ah, itu kan cuma anak kecil,.dan mereka akan segera lupa. paling sebentar lagi juga ketawa-tawa ama kita '

Halooo....jangan salah. Dampaknya dari luar mungkin saja nggak kelihatan. tapi ternyata, dampak psikologis ini berat lho...bisa sampai dewasa dan akan melekat, bahkan mempengarhui pola asuh terhadap anaknya kelak.

Anak yang semasa kecil sering mendapatkan perlakuan kasar dari orang tua, akan menjadi pribadi yang agresif. Dan ketika ia sudah menjadi orang tua, ia pun akan menjadi orang tua yang keras dan agresif.

Sementara anak yang sering mendapatkan kekerasan secara psikis, menurut UNICEF yang di tahun 1986 melaporkan, anak yang begini cenderung menjadi coping mechanism, meniru perilaku. Bentuknya mulai dari bulimia nervosa , memuntahkan makanan kembali, kecanduan alkohol sampai kecenderungan bunuh diri.
Ngeri beneran kan ??


Anak adalah karunia Tuhan. Kalimat ini terdengar klise, tetapi nyatanya...masih banyak yang menganggap anak sebagai beban, berharap anak laksana balon yang bisa kita kempeskan saat kita tak butuh, dan kita tiup lagi saat kita butuh.

Tidak ada cara lain selain mengajak para orang tua memaknai kehadiran anak, menerima apa adanya anak. Tetapi yang tetap jadi pemikiran...apakah separuh orang tua di negara kita sudah mengerti ini ? sudah mengenal undang-undang tentang perlindungan anak ?
Semoga UU ini diciptakan untuk semua anak, dan bukan cuma anak yang berstatus ' selebriti'.